Peran Protexin™ sebagai Immunomodulator dalam Penatalaksanaan Dermatitis Atopik

1 bulan yang lalu

Pengantar

         Dermatitis Atopik (DA) atau dikenal juga dengan eksim atopik merupakan kelainan kulit yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Bayi dan anak yang mengalami DA umumnya mengalami keluhan gejala kulit yang kering, kemerahan, bersisik, dan gatal pada satu atau beberapa tempat diwajah, leher, lipatan siku/lutut, pergelangan kaki yang hilang timbul dan berlangsung lama (kronik).

        DA umumnya muncul pertama kali dalam lima tahun pertama kehidupan dan seringkali memiliki efek yang kurang baik pada kualitas hidup pasien dan keluarganya.1  DA  terdapat pada hampir 20% anak-anak dan 3% dewasa baik di negara maju maupun di negara berkembang, dengan prevalensi yang terus meningkat secara global.2,3,4

         DA menunjukkan reaksi alergi pertama yang dialami oleh seseorang pada masa kecilnya dan dianggap sebagai prekursor untuk terbentuknya reaksi hipersensitivitas berlanjut seperti alergi makanan, asma dan rhinitis alergi.5,6,7,8

         Penanganan dermatitis atopik saat ini meliputi pelembab kulit, perbaikan skin barrier, pengurangan inflamasi kulit dan terapi untuk infeksi sekunder.9 Kortikosteroid topikal tetap menjadi terapi lini pertama untuk mengatasi gejala yang terjadi, namun kekambuhan sering terjadi dan efek samping menjadi hal yang membatasi penggunaan jangka panjangnya.11 Calcineurin inhibitor juga terbukti efektif mengurangi inflamasi/peradangan dan membantu mengurangi penggunaan steroid topikal.12


Peran Probiotik dan Prebiotik dalam Immunomodulasi

         Dalam keadaan sehat, mikrobiota usus ada dalam kondisi eubiotic; sebaliknya, dysbiosis usus, sebuah keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan komposisi dan/atau fungsi dari mikrobiota usus, diasosiasikan dengan penyakit-penyakit alergi seperti eksim, asma dan alergi makanan. Penelitian pada hewan dan manusia telah menemukan bahwa subyek dengan penyakit alergi memiliki jumlah dan jenis mikrobiota yang lebih sedikit.14-17


Gambar. 1 Mikrobiota usus sebagai target pada pencegahan penyakit alergi

Gambar diadaptasi dari Sestito et al (2020) Prebiotics and Probiotics: Allergy Prevention


     Semakin banyak bukti menunjukkan bahwa pasien dengan DA memiliki komposisi mikrobiota usus yang berbeda dan lebih sedikit jenisnya dibandingkan dengan orang sehat.14,15 Dybiosis bacterial ini dapat dijadikan target untuk terapi dan pencegahan untuk dermatitis atopik. Untuk itu, penambahan diet dengan probiotik, prebiotik dan postbiotik dapat memberikan peranan penting dalam penatalaksanaan DA berdasarkan kemampuan modulasi mikrobiota yang dimilikinya.16

         Probiotik adalah “mikroorganisme hidup yang pada dosis tertentu dapat memberikan keuntungan bagi kesehatan”.18 Probiotik akan mempengaruhi proses fagositosis dan sintesis dari sitokin-sitokin pro-inflamasi, sehingga dapat menjadi modulator dalam proses alergi dan dapat berperan pada proses pencegahan dan pengobatan alergi.19,20 Prebiotik adalah komponen makanan yang tidak dapat dicerna yang dapat membantu pertumbuhan mikroba usus yang baik dengan efek yang baik bagi kesehatan,21,22 secara spesifik akan menstimulasi pertumbuhan spesies bifidobacterial dan lactobacilli didalam usus.23 Dengan merubah komposisi makanan serta menambahkan diet dengan suplementasi prebiotik, dapat merubah proporsi dan aktivitas spesies mikroba usus tertentu menjadi lebih baik.23 Sinbiotik adalah kombinasi sinergis dari prebiotik dan probiotik yang memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan.24

         Mekanisme yang berkontribusi pada perubahan fungsi imun didalam tubuh yang diinduksi oleh suplementasi makanan ini berupa modulasi pada mikrobiota itu sendiri, peningkatan fungsi penjagaan dan efek langsung dari bakteri baik pada sel-sel imun yang ada (monosit/makrofag, sel B, sel T dan sel NK).13

 

Protexin dan Dermatitis Atopik

         ProtexinTM termasuk dalam multi strain probiotik yang sudah diteliti di seluruh dunia dan terbukti mempunyai efikasi dan profil keamanan yang baik dalam tata laksana dermatitis atopik oleh suatu studi.25 Multi strain probiotik memiliki lebih dari satu jenis probiotik dan setiap satu jenis probiotik ini memiliki efektivitas yang berbeda terhadap jenis kuman patogen usus sehingga jenis strain probiotik yang lebih banyak tentu juga memiliki cakupan/ spektrum yang lebih luas terhadap berbagai jenis kuman patogen ini. Setiap jenis dari probiotik juga memiliki mekanisme kerja dan manfaat yang berbeda. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan dari multi strain probiotik juga lebih banyak dibandingkan dengan single strain probiotik karena memiliki lebih banyak jenis probiotik 25,26

         Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Faried dkk pada tahun 2009 yang memberikan terapi ajuvan ProtexinTM pada 40 anak berusia 3 bulan hingga 6 tahun yang menderita dermatitis atopik menunjukkan bahwa pada kelompok yang diberikan sinbiotik (dalam hal ini ProtexinTM sachet) mendapatkan perbaikan SCORAD (Severity Scoring of Atopic Dermatitis) dibandingkan dengan kelompok placebo. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa campuran dari 7 probiotik strain dan fructooligo-saccharide dapat memperbaiki tingkat keparahan dari dermatitis atopik pada anak dan usia muda.27

         Dengan banyaknya keuntungan dan pengaruh baik yang dimiliki oleh probiotik ini, ditambah dengan kemudahan dalam mengonsumsinya serta profil keamanan yang baik, perbaikan mikrobiota usus dengan ProtexinTM dapat menjadi strategi baru dalam menangani kejadian penyakit alergi yang semakin meningkat.

 

Bibliography

1.        Ben-Gashir MA. Relationship between quality of life and disease severity in atopic dermatitis/eczema syndrome during childhood. Curr Opin Allergy Clin Immunol. 2003;3:369–373.

2.        Nutten S. Atopic dermatitis: global epidemiology and risk factors. Ann Nutr Metab. 2016;66(Suppl 1):8–16

3.        Shaw, T. E., Currie, G. P., Koudelka, C. W., and Simpson, E. L. (2011). Eczema prevalence in the United States: data from the 2003 National Survey of Children’s Health. J. Invest. Dermatol. 131, 67–73

4.        Deckers, I. A., McLean, S., Linssen, S., Mommers, M., van Schayck, C. P., and Sheikh, A. (2012). Investigating international time trends in the incidence and prevalence of atopic eczema 1990–2010: a systematic review of epidemiological studies. PLoS ONE

5.        Castro-Rodriguez, J. A. (2010). The Asthma Predictive Index: a very useful tool for predicting asthma in young children. J. Allergy Clin. Immunol. 126, 212–216.

6.        Finnbogadóttir, A. F., Árdal, B., Eiríksson, H., Hrafnkelsson, B., Valdimarsson, H., Lúðvíksson, B. R., et al. (2012). A long-term follow-up of allergic diseases in Iceland. Pediatr. Allergy Immunol. 23, 181–185

7.        Carlsten, C., Dimich-Ward, H., Ferguson, A., Watson, W., Rousseau, R., Dybuncio, A., et al. (2013). Atopic dermatitis in a high-risk cohort: natural history, associated allergic outcomes, and risk factors. Ann. Allergy Asthma Immunol. 110, 24–28

8.        Silverberg, J. I., and Simpson, E. L. (2013). Association between severe eczema in children and multiple comorbid conditions and increased healthcare utilization. Pediatr. Allergy Immunol. 24, 476–486

9.      Krakowski AC, Eichenfield LF, Dohil MA. Management of atopic dermatitis in the pediatric population. Pediatrics. 2008;122:812–824. doi: 10.1542/peds.2007-2232.

10.      Raimer SS. Managing pediatric atopic dermatitis. Clin Pediatr. 2000;39:1–14.

11.      Hengge UR, Ruzicka T, Schwartz RA, Cork MJ. Adverse effects of topical glucocorticosteroids. J Am Acad Dermatol. 2016;54:1–15.

12.      Carr WW. Topical calcineurin inhibitors for atopic dermatitis: review and treatment recommendations. Paediatr Drugs. 2013;15:303–310.

13.      Ng SC, Hart AL, Kamm MA, Stagg AJ, Knight SC. Mechanisms of action of probiotics: recent advances. Inflamm Bowel Dis 2009; 15 (2): 300-10

14.      Bisgaard H, Li N, Bonnelykke K, Chawes BL, Skov T, Paludan-Muller G, et al. Reduced diversity of the intestinal microbiota during infancy is associated with increased risk of allergic disease at school age. J Allergy Clin Immunol. (2011) 128:646–52

15.      Abrahamsson TR, Jakobsson HE, Andersson Bjorksten B, Engstrand L, Jenmalm MC. Low diversity of the gut microbiota in infants with atopic eczema. J Allergy Clin Immunol. (2012)129:434–40.

16.      Abrahamsson TR, Jakobsson HE, Andersson AF, Bjeorksten B, Engstrand L, Jenmalm MC. Low gut microbiota diversity in early infancy precedes asthma at school age. Clin Exp Allergy. (2014) 44:842–50.

17.      Ling Z, Li Z, Liu X, Cheng Y, Luo Y, Tong X, et al. Altered fecal microbiota composition associated with food allergy in infants. Appl Environ Microbiol. (2014) 80:2546–54.

18.   Fiocchi A, Pawankar R, Cuello-Garcia C, Ahn K, Al-Hammadi S, Agarwal A, et al. World Allergy Organization-McMaster University Guidelines for Allergic Disease Prevention (GLAD-P): probiotics. World Allergy Organ J. (2015) 8:4

19.      Isolauri E, Sutas Y, Kankaanpaa P, Arvilommi H, Salminen S. Probiotics: effects on immunity. Am J Clin Nutr. (2001) 73:444–50.

20.      Fiocchi A, Burks W, Bahna SL, Bielory L, Boyle RJ, Cocco R, et al. Clinical use of probiotics in pediatric allergy (CUPPA): a world allergy organization position paper. World Allergy Organ J. (2012) 5:148–67.

21.      Gibson GR, Hutkins R, Sanders ME, Prescott SL, Reimer RA, Salminen SJ, et al. Expert consensus document: the International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAPP) consensus statement on the definition and scope of prebiotics. Nat Rev Gastroenterol Hepatol. (2017) 14:491–502.

22.      Roberfroid M, Gibson GR, Hoyles L, McCartney AL, Rastall R, Rowland I, et al. Prebiotic effects: metabolic and health benefits. Br J Nutr. (2010) 104:1–63.

23.      Björkstén B. Environmental influences on the development of the immune system: consequences for disease outcome. Nestle Nutr Workshop Ser Pediatr Program. (2008) 61:243–54.

24.      Bawany F, Beck LA, Järvinen KM. Halting the march: primary prevention of atopic dermatitis and food allergies. J Allergy Clin Immunol Pract. (2020) 8:860–75

25.      Timmerman HM, Koning CJ, Mulder L, Rombouts FM, Beynen AC. Monostrain, multistrain and multispecies probiotics: a comparison of functionality and efficacy. Int J Food Microbiol. 2004;96 (3):219-233.

26.      Canani RB, Cirillo P, Terrin G, et al. Probiotics for treatment of acute diarrhoea in children: randomised clinical trial of five different preparations. BMJ. 2007 (7615);335:340.

Farid, R., Ahanchian, H., Jabbari, F., and Moghiman, T. (2011). Effect of a new synbiotic mixture on atopic dermatitis in children: a randomized-controlled trial. Iran. J. Pediatr. 21, 225–230


Hanya untuk profesi kesehatan