PENYAKIT INI JADI MOMOK YANG MENGERIKAN BUAT PEREMPUAN

2 bulan yang lalu

Di Indonesia, kanker serviks atau kanker leher rahim menempati peringkat kedua setelah kanker payudara sebagai jenis kanker yang paling banyak terjadi dari seluruh kasus kanker pada tahun 2020. Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Pada tahap atau stadium awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala, sehingga banyak wanita yang tidak menyadarinya.

Salah satu cara untuk mendeteksi awal kanker serviks adalah dengan rutin melakukan pap smear. Pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan sel dari leher rahim menggunakan alat khusus yang disebut spekulum. Sampel tersebut kemudian akan diteliti di laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium akan menentukan tindakan selanjutnya.

Apakah kamu sudah pernah melakukan pap smear? Jika kamu perempuan berusia 21–29 tahun dianjurkan untuk menjalani pap smear setidaknya 3 tahun sekali, sedangkan perempuan usia 30–64 tahun disarankan untuk menjalani pap smear setiap 5 tahun.

Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Virus HPV dapat ditularkan melalui kontak seksual dan dapat mengakibatkan perubahan abnormal pada sel-sel serviks, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kanker. Selain deteksi dini dengan melakukan pap smear, kamu juga bisa melakukan tindakan pencegah berikut :

  • Melakukan vaksinasi HPV

Vaksinasi HPV adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah infeksi virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks. Pemberian vaksin HPV dianjurkan pada remaja wanita usia 10–13 tahun. Vaksin HPV juga bisa diberikan untuk wanita hingga usia 26 tahun atau sebelum aktif secara seksual.



  • Melakukan hubungan seksual yang aman dan sehat

Virus HPV umumnya menyebar melalui kontak seksual, terutama kontak seksual yang berisiko, seperti hubungan seks berganti-ganti pasangan atau tidak menggunakan kondom sebagai pengaman.

Segera berkonsultasi ke dokter jika kamu mengalami gejala seperti keputihan, pendarahan menstruasi yang tidak wajar atau nyeri ketika berhubungan seksual. Selain tindakan pencegahan di atas, jangan lupa untuk selalu bergaya hidup sehat, berolahraga secara teratur, hindari stres dan mengonsumsi makanan kaya nutrisi. Lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Ingat, pencegahan lebih baik daripada mengobati.