MUNGKINKAH DIABETES TERJADI PADA ANAK-ANAK?

2 bulan yang lalu

Jika selama ini diabetes diyakini hanya terjadi pada orang dewasa, fakta yang terjadi tidak seperti itu. Menurut data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun di Indonesia meningkat hingga lebih dari 1000 kasus dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini.

Masih banyak orang tua belum sadar bahwa diabetes juga dapat menyerang anak-anak, mereka pikir ini hanya penyakit keturunan, padahal diabetes bisa menyerang siapa saja tidak hanya karena genetik.

Diabetes pada anak terbagi menjadi 2 yaitu:

  • Diabetes tipe 1 

    Terjadi akibat kelainan autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh anak merusak atau menghancurkan pankreasnya sendiri, sehingga fungsi pankreas menjadi terganggu. Hal ini kemungkinan disebabkan karena faktor genetik, infeksi virus tertentu, pola makan yang kurang sehat.

  • Diabetes tipe 2 

    Terjadi akibat berkurangnya produksi insulin. Sehingga gangguan tersebut kadar gula darah anak dapat meningkat. Faktor risiko yang menjadi penyebabnya: faktor genetik, berat badan berlebih atau obesitas pada anak, kebiasaan sering mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang aktif bergerak.

Bagaimana ciri-ciri anak yang terkena diabetes?

  • Anak dengan diabetes akan selalu merasa lapar. Rasa lapar ini didorong oleh jumlah insulin yang tidak memadai sehingga gula tidak dapat diolah menjadi energi.
  • Haus terus-menerus meski baru selesai minum. Rasa haus yang dialami bukan sekadar sensasi, melainkan disebabkan ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin sehingga tubuh dehidrasi.
  • Berat badan turun meski makan lebih banyak dari biasanya, namun berat badan anak yang menderita diabetes justru akan turun. Tanpa pasokan energi dari gula, jaringan otot dan simpanan lemak akan menyusut.
  • Warna kulit menghitam, sejumlah lokasi pada tubuh anak diabetes akan mengalami akantosis nigrikans, atau terlihat menghitam, seperti pada leher, ketiak, hingga jari jari.
  • Anak yang menderita diabetes mungkin akan terlihat lebih lemah dan lesu karena kurangnya energi di dalam tubuh.

Jika anak terdiagnosis menderita diabetes tipe 1, maka dokter akan memberikan terapi insulin untuk mengendalikan gula darah. Sementara jika anak terkena diabetes tipe 2, dokter akan memberikan obat-obatan antidiabetes.

Agar terhindar dari risiko diabetes, ajari si kecil untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sejak dini (termasuk sayur dan buah), rajin melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah/sedang, menjaga berat badan ideal.

Penanganan yang terlambat akan berakibat fatal pada si kecil, oleh sebab itu jika kamu melihat ciri-ciri tersebut di atas terjadi pada si kecil, segera berkonsultasi ke dokter agar segera mendapatkan penanganan yang tepat ya.