ID
EN

Hidup Sehat

Ibu Hamil, Sebaiknya Makan Berapa Banyak?

10 September 2013
Oleh DR. Dr. Luciana B. Sutanto MS. SpGK.

Kebahagiaan menyelimuti pasangan pada saat mengetahui akan mendapatkan anggota baru dalam keluarga. Selanjutnya, ibu hamil akan memerhatikan kandungannya dan memberikan yang terbaik. Memberikan yang terbaik, juga dilakukan olah keluarga dekat dan orang sekitar, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang sehat. Nutrisi untuk ibu hamil yang perlu dipahami adalah bukan memberikan asupan makan dua kali lipat banyaknya meskipun adalah benar makanan yang dikonsumsi untuk dua orang.

Berapa banyak ibu hamil seabiknya mengonsumsi makan? Jawabannya berbeda-beda tergantung berat badan ibu sebelum hamil dan tergantung pada usia kehamilan. Ibu hamil dengan berat badan kurang saat sebelum hamil, dianjurkan segera meningkatkan berat badan mencapai berat badan normal pada trimester pertama. Sedangkan, ibu hamil dengan berat badan lebih, tidak dianjurkan meningkatkan berat badan lebih dari 2 kg selama trimester pertama. Ibu hamil dengan berat badan normal, cukup meningkatkan berat badan 1-3,5 kg saja selama trimester pertama. Peningkatan berat badan hanya dianjurkan sedikit, yang berarti konsumsi makanan tidak perlu berlebihan, misalnya dengan menambah minum susu 1 gelas perhari selain tetap mengonsumsi makanan seperti biasa. Tentu anjuran ini tidak berlaku untuk ibu hamil dengan berat badan kurang, karena harus mengonsumsi makanan lebih banyak lagi. Kehamilan trimester pertama tidak membutuhkan banyak nutrien jika dibandingkan dengan trimester berikutnya yaitu trimester 2 dan 3, karena pertumbuhan janin hingga akhir trimester pertama baru mencapai panjang 10 cm dan berar sekitar 28 gram.

Pada kehamilan trimester 2 dan 3, janin tumbuh sangat cepat, ibu hamil dianjurkan mencapai peningkaran berat badan 0,4 kg setiap minggunya. Peningkatan berat badan ini dapat dicapai dengan meningkatkan konsumsi makanan sekitar 300 kKal dan 17 gram protein/hari. Penambahan jumlah kalori dan protein sedemikain dapat dipenuhi dengan misalnya ekstra dari makanan biasanya: 2 gelas susu, atau 1 butir telur + sepotong roti. Karena 6 keping biskuit juga bernilai sama dengan sekitar 300 kKal, maka sebaiknya memerhatikan cemilan-cemilan yang dikonsumsi, jika tidak, berat badan akan meningkat melebihi anjuran. Peningkatan berat badan normal (sekitar 12 kg) pada akhir kehamilan terbagi pada 3,4 kg berat bayi, 0,7 kg plasenta, 0,8 kg ketuban, 0,9 kandungan, 0,4 kg payudara, 1,25 kg peningkatan darah ibu, 1,35 kg cairan jaringan ibu, dan 3,2 lemak tubuh ibu. Peningkatan berat badan berlebihan tidak menyebabkan bayi tumbuh lebih besar tetapi sebaliknya lemak tertimbun pada tubuh ibu. Dampak buruk ibu hamil yang mengalami kegemukan yaitu berisiko menimbulkan diabetes, infeksi saluran kemih, preeklamsia, lambat melahirkan, trombosis atau sumbatan aliran darah, masalah pada saat melahirkan, dan keguguran. Untuk mencapat kesehatan yang optimal, berat badan ibu hamil harus direncanakan sejak sebelum hamil.

Facebook FACEBOOK

Twitter TWITTER

TIPS SEHAT

Ibu Hamil, Sebaiknya Makan Berapa Banyak?

10 September 2013
Oleh DR. Dr. Luciana B. Sutanto MS. SpGK.

Kebahagiaan menyelimuti pasangan pada saat mengetahui akan mendapatkan anggota baru dalam keluarga. Selanjutnya, ibu hamil akan memerhatikan kandungannya dan memberikan yang terbaik. Memberikan yang terbaik, juga dilakukan olah keluarga dekat dan orang sekitar, salah satunya dengan memberikan nutrisi yang sehat. Nutrisi untuk ibu hamil yang perlu dipahami adalah bukan memberikan asupan makan dua kali lipat banyaknya meskipun adalah benar makanan yang dikonsumsi untuk dua orang.

Berapa banyak ibu hamil seabiknya mengonsumsi makan? Jawabannya berbeda-beda tergantung berat badan ibu sebelum hamil dan tergantung pada usia kehamilan. Ibu hamil dengan berat badan kurang saat sebelum hamil, dianjurkan segera meningkatkan berat badan mencapai berat badan normal pada trimester pertama. Sedangkan, ibu hamil dengan berat badan lebih, tidak dianjurkan meningkatkan berat badan lebih dari 2 kg selama trimester pertama. Ibu hamil dengan berat badan normal, cukup meningkatkan berat badan 1-3,5 kg saja selama trimester pertama. Peningkatan berat badan hanya dianjurkan sedikit, yang berarti konsumsi makanan tidak perlu berlebihan, misalnya dengan menambah minum susu 1 gelas perhari selain tetap mengonsumsi makanan seperti biasa. Tentu anjuran ini tidak berlaku untuk ibu hamil dengan berat badan kurang, karena harus mengonsumsi makanan lebih banyak lagi. Kehamilan trimester pertama tidak membutuhkan banyak nutrien jika dibandingkan dengan trimester berikutnya yaitu trimester 2 dan 3, karena pertumbuhan janin hingga akhir trimester pertama baru mencapai panjang 10 cm dan berar sekitar 28 gram.

Pada kehamilan trimester 2 dan 3, janin tumbuh sangat cepat, ibu hamil dianjurkan mencapai peningkaran berat badan 0,4 kg setiap minggunya. Peningkatan berat badan ini dapat dicapai dengan meningkatkan konsumsi makanan sekitar 300 kKal dan 17 gram protein/hari. Penambahan jumlah kalori dan protein sedemikain dapat dipenuhi dengan misalnya ekstra dari makanan biasanya: 2 gelas susu, atau 1 butir telur + sepotong roti. Karena 6 keping biskuit juga bernilai sama dengan sekitar 300 kKal, maka sebaiknya memerhatikan cemilan-cemilan yang dikonsumsi, jika tidak, berat badan akan meningkat melebihi anjuran. Peningkatan berat badan normal (sekitar 12 kg) pada akhir kehamilan terbagi pada 3,4 kg berat bayi, 0,7 kg plasenta, 0,8 kg ketuban, 0,9 kandungan, 0,4 kg payudara, 1,25 kg peningkatan darah ibu, 1,35 kg cairan jaringan ibu, dan 3,2 lemak tubuh ibu. Peningkatan berat badan berlebihan tidak menyebabkan bayi tumbuh lebih besar tetapi sebaliknya lemak tertimbun pada tubuh ibu. Dampak buruk ibu hamil yang mengalami kegemukan yaitu berisiko menimbulkan diabetes, infeksi saluran kemih, preeklamsia, lambat melahirkan, trombosis atau sumbatan aliran darah, masalah pada saat melahirkan, dan keguguran. Untuk mencapat kesehatan yang optimal, berat badan ibu hamil harus direncanakan sejak sebelum hamil.