Apa Itu Alzheimer?

Tidak semua yang terganggu ingatannya tentu Alzheimer. Ada sejumlah kategori kasus orang menurun ingatannya, mulai dari yang wajar sampai yang mengarah kepada suatu penyakit, atau gangguan. Satu di antaranya yang kita kenal sebagai Alzheimer. Mari kita mengenalnya lebih dekat di sini.
Tidak mudah untuk mengenali kemunculan Alzheimer ketika masih di awal-awal. Baru setelah menjadi lebih nyata, orang dekat yang biasanya mulai menemukan ada yang berubah pada seseorang yang sedang terkena Alzheimer. Alzhaimer bukan hanya sekadar kehilangan memori belaka.


Lupa kejadian baru
Orang dengan Alzheimer umumnya diawali dengan keluhan lupa pada kejadian yang baru. Kejadian beberapa hari atau bahkan satu jam lalu. Namun tak hanya berhenti di situ, banyak memori lain yang sudah tersimpan lepas begitu saja. Bahkan tak mengingat lagi ke mana jalan pulang bila penyakit sudah semakin parah.
Satu yang paling menyifatkan pada kasus Alzheimer, bahwa proses penyakitnya berlangsung progresif, lebih dari sekadar kasus pikun. Maka penyakit ini lebih menakutkan dari cuma proses menua belaka. Selain ada potongan-potongan memori yang lepas, orang Alzheimer juga mengalami kebingungan (confusion), selain mood-nya acap berubah-ubah. Pada satu tahapan tertentu, terganggu pula kemampuan berbahasanya.
Tidak berhenti di situ, kasus Alzheimer menurunkan fungsi-fungsi tubuh, hingga berujung pada kematian. Seiring dengan progresivitas penyakitnya, pasien Alzheimer bertahan hidup antara 7 tahun sampai 14 tahun. Pada orang Alzheimer ada terbentuk semacam plaques di otak.
 

Foto scan otak
Orang yang mulai suka lupa belum tentu Alzheimer, belum tentu juga pikun atau dementia. Bisa saja hanya sekadar pelupa lumrah (forgetfullness) belaka, yang merupakan bagian dari proses menua dan wajar adanya.
Namun tidak selalu mudah menetapkan keluhan sering lupa itu tergolong penyakit, atau gangguan apa, kalau bukan yang masih dinilai sebagai sesuatu yang normal. Sekali lagi, pada kasus Alzheimer keluhan lupanya semakin hari semakin hebat.
Untuk memastikan betul ada Alzheimer, dari hasil scan otak akan kedapatan gambaran khas Alzheimer. Pada hasil scan akan tampak jaringan otak yang makin lama semakin berubah sifatnya secara progresif.
Selain dengan scan otak, orang yang dicurigai sedang menuju Alzheimer perlu dilakukan pemeriksaan neuropsychological testing, yaitu uji memori yang melebihi dari hanya uji memori biasa, uji ini lebih mampu mendeteksi jauh tahun sebelum Alzheimer bermanifestasi.
 

Sikap menarik diri
Orang Alzheimer cenderung menarik diri dari keluarga dan lingkungan sosialnya, tanpa ia menyadarinya seiring dengan menurunnya fungsi tubuh. Diawali dengan tahapan penyakit yang masih awal (early stage) yang hanya kehilangan memori termutakhir, lalu memasuki Alzheimer ringan yang disertai dengan sikap kebingungan terhadap situasi di luar lingkungan keluarga. Menjadi bingung setiap kali tengah berada di luar rumah. Ada rasa takut dan cemas bila ditinggalkan seorang diri. Perubahan ini sudah dilihat dan dirasakan oleh orang paling dekat seperti oleh suami atau istri sendiri.
Pada tahap akhir Alzheimer (late stage) muatan cognitive kian berkurang seperti bicaranya menjadi rancu dan terbatas, mengulang-ulang kalimat dan bahasan yang itu-itu lagi. Selain itu, kelihatan kecerdasannya makin susut (debilitas), menjadi pencemas dan tak sedikit yang paranoid, sebelum kematian itu terjadi. Penderitaan yang terlihat dan dialami secara tak nyaman itu bisa bertahan sampai 14 tahun lamanya.***

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC