4 Mitos Seputar Diet

Belakangan ini banyak ragam diet bermunculan. Hati-hati, dengarkan irama tubuh kamu. Jangan sampai justru kesehatan yang terusik. Lebih baik tanyakan dulu pada ahli gizi.

Suatu hari kamu bertemu dengan teman lama, wow dia lebih langsing. Ternyata dia menjalani diet A. Lain waktu kamu bertemu dengan teman lain, yang berhasil menjalani diet B. Lantas kamu mulai menimbang-nimbang, mau ikut yang mana ya?

Mendapatkan tubuh ideal dan langsing adalah idaman setiap orang. Namun, terkadang cara mencapainya sering kali tidak tepat. Hal ini disebabkan karena banyak orang tidak memahami metabolisme dan cara kerja tubuh.

Ahli nutrisi atau ahli gizi merupakan orang yang tepat untuk kita tanyai tentang cara diet yang tepat, sehingga memiliki tubuh ideal dan juga sehat bukan sekadar impian. Ayo kita sisiri mitos yang banyak beredar di masyarakat.

1. Karbohidrat itu musuh terbesar!

Betul bahwa diet rendah karbohidrat dapat mengurangi berat badan lebih cepat. Namun ingat, karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi vital yang tidak boleh dilewatkan. Ibarat mobil, karbohidrat adalah bensin karena akan terurai menjadi glukosa, sumber bahan bakar tubuh. Jangan sampai tangki bensin kamu kosong atau rendah. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat. Ahli gizi menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks yang ditemukan dalam biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan. Gandum utuh merupakan salah satu karbohidrat yang direkomendasikan karena mengandung kadar nutrisi dan serat yang sehat.

2. Menurunkan berat badan dengan cepat itu baik!

Diet super ketat mungkin dapat menurunkan berat badan secara cepat. Namun, apa akibatnya? Tubuh menjadi kelaparan dan tidak mendapatkan asupan nutrisi penting. Berat badan turun drastis bukan berarti lemak hilang, karena lemak justru sulit dibakar dalam waktu singkat. Alih-alih kalori yang hilang dari tubuh, yang hilang adalah air dari jaringan tubuh. Sudah lapar dan kekurangan gizi, lemak masih tertinggal.

Berat badan turun drastis sering kali dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan. Penurunan 0,9 -1,4 kg per minggu dapat memicu gangguan seperti ketidakseimbangan elektrolit yang mampu mengancam jiwa. Penelitian bahkan mengungkapkan jika turun dengan drastis, berat badan justru bisa naik kembali dengan cepat. Efek lainnya, rambut rontok, menstruasi tidak teratur, sembelit, pusing, kelelahan, mudah marah, sakit kepala, dehidrasi, malnutrisi, hingga batu empedu merupakan efek samping lainnya jika berat badan turun drastis dan cepat.

3. Makanan berlemak menambah berat badan!

Lemak adalah unsur penting dalam makanan kita. Tubuh tidak dapat memproses beberapa vitamin (A, D, E, dan K) tanpa bantuan lemak. Sangat penting untuk tidak memangkas semua lemak dari diet kamu. Tapi ingat, sebaiknya ketahui mana lemak ‘baik’ dan lemak ‘jahat’. Contoh lemak baik (lemak tidak jenuh) antara lain ikan salmon, tuna, alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, minyak kacang, dan minyak jagung. Jadi, lemak tetap dibutuhkan oleh tubuh, asalkan lemak baik.

4. Makan di atas jam enam tidak baik!

Sebenarnya, tubuh kita tidak mengetahui jam berapa sekarang, apakah jam 6 pagi atau jam 6 malam. Para ahli gizi berpendapat bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli kapan Anda makan. Penyebab kenaikan berat badan adalah asupan kalori yang lebih banyak daripada kalori yang dibakar oleh tubuh.

Yang penting adalah berapa banyak jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh. Ahli gizi menyarankan sebaiknya makan dalam porsi kecil dari pada mengurangi waktu makan.

5. Susu bikin gemuk!

Banyak orang takut minum susu berikut produk turunannya, sama halnya dengan mereka yang takut pada karbohidrat--kecuali mereka yang alergi susu. Sejujurnya, tidak ada alasan untuk menghindari susu sapi. Susu mengandung banyak nutrisi penting, sebut saja potasium, zat besi, vitamin A, kalsium, magnesium, iodium, zink, serta vitamin B2.

Pilih susu rendah lemak (low-fat) atau yang tidak mengandung lemak (non-fat), serta turunan susu seperti yogurt dan keju mempunyai kandungan nutrisi yang sama seperti susu biasa dengan komposisi lemak dan kalori yang lebih rendah. Susu rendah lemak mengandung 1% lemak dan susu yang tidak berlemak mengandung kurang dari 0,5% lemak.

Pilih diet aman

Nah, jika ingin berdiet, pilih diet yang aman, dan jangan percaya dengan mitos yang menyesatkan soal diet. Para ahli menyatakan berat badan hanya aman turun sekitar 0,5 kg sampai 1 kg per minggu. Pangkas 500 - 1.000 kalori dari asupan harian kamu. Caranya adalah dengan menghitung kalori, mengurangi porsi makanan, perbanyak konsumsi sayuran dan buah, olahraga selama 150 menit (atau lebih) per minggu, hindari camilan serta makanan manis, dan kurangi asupan lemak hingga kurang dari 30 persen. Tapi ingat, metabolisme tubuh setiap orang tidak sama, karenanya konsultasikan dengan ahli gizi.

Referensi:

Berita Terkait

Follow us and stay up to date on the latest news

SUBSCRIBE

PRODUK KAMI

Mitra

HUBUNGI KAMI

Senin – Jumat: 08:00 – 17:00
0800-1-800088 (Bebas Pulsa)
0818 06 800088 (sms & whatsapp)
@CombiCareCenter
51F0B55B / COMBICC